Selasa, 06 Oktober 2015

KATUTURANIRA KEN ANGROK (Sang Brahmaputra)









HANYA ADA 500 EKSEMPLAR SAJA!



KATUTURANIRA KEN ANGROK

(Sang Brahmaputra)

Pada akhir abad-12 di Jawadwipa, disaat pertentangan hebat antara Janggala dan Panjalu belum menemukan titik penyelesaian, seorang anak manusia lahir dari wanita sudra cantik di Pangkur, sebuah pradesa yang masuk dalam wilayah Pakuwon Tumapêl. Anak ini dikenal dengan nama Angrok. Sewaktu masih dalam kandungan, keberadaannya telah membawa korban tewasnya bapa tirinya, Gajahpara. Tak bisa ditampik bahwa anak ini adalah seorang Lêmbu Pêtêng, yaitu anak berdarah ksatria yang terlahirkan dari wanita sudra dan keberadaannya disembunyikan. Kematian Gajahpara jelas-jelas menunjukkan bahwa sang rama pemilik benih ksatria tidak merelakan jika benih yang ditanam di rahim sang wanita sudra akan tercemari oleh benih sudra Gajahpara.


Ketika lahir, Angrok memiliki ciri toh di perutnya serupa dengan yang dimiliki mendiang Gajahpara. Tidak mengingini anaknya akan tumpas oleh sang rama, sang biyang, Ni Ĕndhog membuangnya ke pabajangan Kabalon. Sudah menjadi suratan karma, Angrok ditemukan oleh Ki Lembong, seorang maling yang kebetulan tengah melakukan aksinya di Kabalon, tempat yang dikenal sebagai gudangnya emas di Daha. Oleh Ki Lembong, Angrok dididik dan dibesarkan. Dia tumbuh ditengah pergolakan berdarah-darah antara Janggala dan Panjalu yang tiada pernah ada habisnya. Ketika usianya menginjak dewasa, dirinya bertemu dengan putra Rama Sagênggêng, Tita, yang banyak menorehkan jiwa kepemimpinan. Pertemuan dengan Tita mengantarkannya bertemu dengan Jêjanggan Sagênggêng dan Rêsi Prasanta. Pertemuannya dengan Tita juga menyeret-nyeret pada permasalahan pelik permusuhan dengan Daha dan Tumapêl!


●▬▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩▬▬▬▬▬▬▬▬●

©Damar Shashangka 2015
Hak cipta dilindungi undang-undang
All rights reserved


Penyunting: Damar Shashangka
Pendesain Sampul : Amri
Penata letak : Parameswari


ISBN: 978-602-71780-2-1


Segera terbit Oktober 2015. Buku memiliki format 21x15 cm dengan ketebalan 900 halaman. Hanya dicetak terbatas sebanyak 500 eksemplar saja. Tidak dijual di toko buku manapun dan hanya bisa didapat melalui penjualan online lewat akun Damar Shashangka, Damar Shashangka Kapindho, page DAMAR SHASHANGKA, Sms/Wa : 0819837685, Bbm : 2909BA02.


Preorder sudah dibuka. Silakan yang hendak preorder dengan format :
1. Nama
2. Alamat
3. Nomor hp
4. Jumlah pemesanan (bisa satuan)
5. Kirim ke inbox akun Damar Shashangka, Damar Shashangka Kapindho, page DAMAR SHASHANGKA, Sms/Wa : 0819837685, Bbm : 2909BA02.


Hanya tersedia 500 eksemplar saja!

Jumat, 10 Juli 2015

SABDA PALON V (TONGGAK BUMI JAWA)













SEGERA TERBIT AKHIR JULI 2015
SABDA PALON V (TONGGAK BUMI JAWA)

●▬▬▬▬▬▬▬▬
۩۞۩▬▬▬▬▬▬▬▬●

Keselamatan Dewi Amaravati beserta putri sulungnya, Dyah Hayu Ratna Pambayun, benar-benar terancam. Rombongannya dihadang segerombolan orang bercadar ketika hendak mengunjungi sebuah pesanggrahan di lereng Gunung Arjuna. Tetapi nasib baik masih menyertai mereka. Gerombolan terlatih itu tidak diketahui dari mana asalnya. Berdasarkan pengamatan Rakryan Patih Gagak Kêtawang, ada tiga tempat yang patut dicurigai sebagai asal mereka. Pertama Matahun, kedua Pandhan Salas, dan ketiga Majapahit sendiri. Bhre Kêrtabhumi pun mengirimkan pasangguhan-pasangguhan kepercayaan demi mencari warta asal-usul gerombolan bercadar tersebut. Arya Patarka dan Arya Bacuk dikirim ke Matahun. Arya Sumangsang dan Arya Pêkik dikirim ke Pandhan Salas. Arya Bangah, Arya Gajah Para, Arya Sêgêr, berikut Raden Ayu Rara Antêng, dikirim ke Kapatihan Majapahit.

Di Tarub, Ki Gêdhe Tarub mengungkapkan rahasia jati diri Rara Nawangwulan, istrinya, kepada Rara Nawangsih, putrinya. Rara Nawangwulan yang dikenal sebagai bidadari Suralaya, yang telah turun ke bumi Tarub, tiada lain adalah sosok manusia biasa yang sudah digariskan menjadi perantara bagi bertumbuhnya para penguasa Jawa. Melalui perkawinan Rara Nawangsih dengan Raden Bondhan Kajawan para penguasa Jawa itu akan terlahirkan. Sudah diramalkan, Raden Bondhan Kajawan, putra Bhre Kêrtabhumi, adalah tonggak bumi Jawa sesudah kehancuran Majapahit!

●▬▬▬▬▬▬▬▬
۩۞۩▬▬▬▬▬▬▬▬●

Bisa Preorder mulai sekarang. Cara preorder adalah :

1.      Tulis nama lengkap
2.      Tulis alamat lengkap
3.      Tulis nomor handphone yang aktif
4.      Kirim via :

-Inbox akun Damar Shashangka dan Damar Shashangka Kapindho
-WhatsApp ke nomor 0819837685
-Sms ke nomor 0819837685
-BBM ke 2909BA02



Harga asli Rp.79.500,- Preorder ke penulis cukup Rp.70.000,- ditambah ongkos kirim.
Kirim pesan pemesanan dan alamat yang dituju. Buku akan dikirim melalui POS/JNE.

Pembayaran melalui transfer ke rekening:

BCA KCP Gondanglegi,Malang
No.Rek : 31-70-41-76-90
a/n : Anton M. Maharani.

Atau

Atau

BNI KC Malang
No.Rek : 0353822995
A/N : Anton M. Maharani