Tampilkan postingan dengan label KEAJAIBAN SPIRITUAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEAJAIBAN SPIRITUAL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Maret 2013

"Tubuh Biksu dari Rusia Tidak Rusak Walau Sudah meninggal Puluhan Tahun"





"Tubuh Biksu dari Rusia Tidak Rusak Walau Sudah meninggal Puluhan Tahun"







T
ubuh Hambo Lama Itighelov, seorang pimpinan agama Buddha Siberia, Rusia diketahui tidak rusak seperti pada waktu dia meninggal pada 1927 di kuil di Ulan-Ude, Ibukota Republik Buryat.
Jasad Hambo Lama Itighelov pertama kali diangkat dari kubur pada 1955 atas permintaan Lama. Pada 2002, dilakukan penggalian ketiga setelah 75 tahun kematian Lama, di luar dugaan tubuhnya tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan, masih seperti sediakala. Keadaan yang tidak lazim ini membuat para ahli medis memutuskan untuk memeriksa kasus ini.
Kuburan tersebut berisi sebuah kotak kayu dan di sana duduk seorang Lama agama Buddha dengan `posisi lotus' (duduk dengan kaki silang ganda). Tubuhnya masih terjaga seperti di-mumi-kan, namun sebenarnya tidak. Tubuhnya tertutup dengan pakaian sutra dan kain.
"Contoh diambil setelah tubuh dikubur 75 tahun, menunjukkan organik kulit, rambut, dan kuku dari orang mati itu tidak berbeda dengan orang hidup," kata Galin Yershova, seorang professor sejarah dari Russian State University bagian Humanities. "Sendi-sendinya masih luwes, jaringan lunas masih elastis seperti orang hidup, setelah mereka membuka kotak, dimana tubuh Lama sudah terbaring selama 75 tahun, ada bau yang harum," kata Yershova.
Yershova percaya ini sama sekali tidak cocok dengan anggapan orang tentang tubuh yang sudah dikubur 75 tahun. Memang tubuh ini dianggap suci oleh penganut Buddha di daerah Buryatia di Rusia, dimana sekarang dia diletakkan di kuil Buddha Ivolgin di daerah Ibukota Ulan-Ude.
Lama Populer Hambo Lama Itighelov adalah benar-benar pernah hidup, ia terkenal dalam sejarah Rusia. Dia belajar di Anninsky Datsan, Universitas Buddha di Buryatia. Itighelov mendapat gelar dalam bidang medis dan filosofi (kekosongan alami). Dia juga menciptakan ensiklopedia farmasi. Pada 1911, Itighelov menjadi Hambo Lama (kepala vihara agama Buddha di Rusia). Selama periode 1913-1917, dia mendirikan Vihara agama Buddha yang pertama di St. Petersburg. Itighelov mempublikasikan ajaran religius dan menyatukan banyak faksi agama.
Dia pernah diundang untuk merayakan peringatan 300 tahun Romanov's House, dan pada 19 Maret 1917, Tsar Nikolai II Rusia memberikan dia Penghargaan St. Stanislav. Selama Perang Dunia pertama, ia menolong tentara dengan memberikan uang, baju, dan obat-obatan. Dia juga mendirikan sebuah rumah sakit dimana dokter-dokter Lama menolong menyembuhkan luka tentara perang. Untuk kontribusinya, Itighelov diberi penghargaan medali St.Anna
Pada 1927, dia memperingatkan biksu-biksu agama Buddha tentang teror merah' (Partai Komunis Sovyet atau Bolshevik) yang akan datang dan menasehati mereka untuk lari ke daerah Tibet. Tapi dia sendiri tidak pernah meninggalkan Rusia. Tahun itu juga, ia mengatakan kepada para Lama bahwa dia akan meninggalkan dunia ini. Saat itu dia mulai bermeditasi dan tidak lama kemudian meninggal dengan tenang. Ia meninggalkan wasiat yang meminta dia dikuburkan dalam posisi duduk 'lotus' di dalam kotak cedar di pemakaman tradisional. Ada juga pesan, supaya para biksu menggali kuburnya setelah beberapa tahun.
Permintaanya yang terakhir itu dipenuhi pada tahun 1955 dan 1973 oleh biksu agama Buddha. Tapi hal ini dirahasiakan, karena semua agama dilarang dibawah kekuasaan partai komunis. Uni Soviet dibawah Stalin melarang semua bentuk agama dan kepercayaan, serta menghukum ratusan Lama dan memusnahkan 46 kuil dan biara agama Buddha.
'Penelitian yang Mengejutkan'
Pada tahun-tahun setelah kehancuran Uni Sovyet, agama Buddha di seluruh Rusia bangkit kembali, membangun kuil yang hancur dan kembali menarik pengikut. Hal itu memungkinkan pada 11 September 2002, 75 tahun setelah kematian Itighelov, tubuhnya diangkat dari kubur untuk ketiga kalinya. Kali ini peristiwa ini dicatat belasan saksi mata termasuk dua ahli forensik dan fotografer.
Tubuh Lama langsung dipindahkan ke Ivolginsky Datsan (Kediaman Hambo Lama yang sekarang), dimana tubuh ini diperiksa dengan teliti oleh para biksu, ilmuwan dan ahli patologi. Dengan ijin dari pengurus agama Buddha, ilmuwan menyelidiki contoh dari jaringan "tubuh yang tidak terusakkan" itu. Mereka membandingkannya dengan orang yang masih hidup.Ketika seorang ilmuwan memegang tubuhnya, jelas-jelas bisa
merasakan kehangatan tangannya.
Professor Viktor Zvayagin dari Federal Center untuk Forensik Media memeriksa tubuh Itighelov di Ivolginsk November lalu, dan menganalisa rambut, kulit dan spesimen kuku setelah kembali ke Moskow. Dia menyimpulkan bahwa tubuh Itighelov berada dalam kondisi orang yang baru meninggal 36 jam yang lalu. Menurutnya, struktur protein tubuhnya tidak rusak; identik dengan orang hidup.
Ilmuwan juga terkejut dengan hasil komposisi kimia tubuhnya. Mereka tidak bisa menjelaskan fakta bahwa elemen kimia tubuh Itighelov adalah tidak ada atau ada dalam jumlah yang kecil tidak bisa diperhitungkan.
Dua tahun telah berlalu. Tubuh Itighelov sekarang disimpan di ruangan terbuka, tanpa pengaturan temperatur atau kelembaban. Tidak ada seorangpun yang mengerti bagaimana tubuhnya bisa tetap dalam kondisi seperti ini. Pernyataan resmi dikeluarkan mengenai tubuhnya- sangat terjaga, tanpa tanda-tanda pembusukan, otot dan jaringan dalam, sendi-sendi lunak dan kulit masih menempel. Dipastikan tubuh ini tidak pernah dibalsem atau dimumikan.
"Dia berumur 75 tahun, dan dia berjanji untuk kembali kepada pengikutnya setelah 75 tahun lagi," kata Yanzhima Vasilyeva, director Institute Itighelov.Hal yang paling luar biasa menurutnya, adalah tubuhnya masih duduk tegak. Ilmuwan mengatakan setelah dua minggu tubuh mati tidak akan bisa duduk tegak dengan sendirinya.
Pegawai Hambo Lama Itighelov, selalu dekat dengan gurunya itu. Terkadang dia menggantikan baju Itighelov, pada waktu itu persendian Lama menjadi lebih fleksibel. Dia mengetahui bahwa ketika menggantikan baju, dia bisa menghirup bau harum dari tubuh gurunya.
Tubuh Lama ditutupi dengan jubah keemasan, dengan ikat pinggang biru diletakkan di pahanya. Matanya tertutup, wajahnya tidak jelas, meskipun bentuk wajahnya dan hidungnya mirip fotonya yang diambil pada 1913. Tangannya tetap fleksibel, kukunya terpotong dengan sempurna. Kulitnya masih lembut. Kepalanya ditutup dengan rambut yang terpotong rapi.
Menurut Profesor Yershova, ini adalah satu-satunya kasus tubuh yang tercatat tidak rusak dalam waktu yang sangat lama di seluruh dunia. Selama ini pengawetan tubuh hanya dimungkinkan dengan semacam cara balsem dan mumi yang sudah terkenal di banyak negara dan masyarakat seperti Mumy Mesir, Santa Kristen, pemimpin Komunis dan lain-lain.
Beberapa tubuh ditemukan di tanah yang beku, tetapi ketika mereka menyentuh atmosfir oksigen mereka membusuk dalam beberapa jam. Lama dari kuil dihubungkan dengan banyak keajaiban, terjadi disekitar "tubuh yang berharga". Beberapa orang yang sedang sakit menjadi sembuh dengan ajaib setelah bertemu tubuh Hambo Lama. Itighelov mengatakan sebelum kematiannya dia meninggalkan pesan kepada semua orang di dunia. "Terjadi krisis moral yang sangat besar di Rusia hari ini," kata Vasilyeva, "Itighelov kembali lagi saat ini adalah kesempatan yang besar untuk menolong orang untuk percaya."
"Banyak orang tidak melihat dengan jelas," kata Hambo Lama Ayusheyev, pemimpin spiritual sejak 1995. "Banyak orang tidak akan mengerti meskipun mereka melihatnya." Tetapi, menurutnya, sebenarnya ada penjelasan tentang hal ini dalam kitab Buddha, tapi tidak ada contoh yang pasti. Kalau begitu sekarang sepertinya sudah ada satu contoh.
Sepertinya waktu mengerti akan pesan Lama yang tidak terucapkan. "Bagi saya, ini adalah keajaiban terbesar dalam hidup," kata Hambo Lama Ayusheyev. "Ternyata ada sesuatu yang dapat mengalahkan kekuatan waktu."
Bukan yang Pertama'
Kasus jasad tidak hancur, tidak hanya dialami oleh Hambo Lama Itighelov. Jasad biksu luhur Vietnam, Vu Khac Minh yang hidup pada abad ke-17 di Provinsi Ha Tay, utara Vietnam, juga diketahui tidak rusak dalam posisi meditasi, dua tahun lalu. Jasad Vu Khac Minh yang tidak busuk tersebut memiliki persamaan dengan jasad Lama Itighelov di Rusia.
Keadaan yang sama terjadi pada jasad Wu Yun Qing. Jubah almarhum tidak rusak, otot punggungnya masih tetap lentur. Di bawah sinar matahari, tampak kulitnya berwarna kemerah-merahan, kulitnya lembut, almarhum tampak berwibawa dan arif bijaksana, sama seperti semasa hidupnya dulu, berambut dan berjanggut putih.
Seorang pakar antiseptik dari Jiuhuashan bernama Fengwanzhong pernah membuka jubah sang biksu lalu memencet bokongnya, terbentuk sebuah kubangan, tapi segera merata kembali seperti manusia hidup.
Jubah dan kain putih yang membalut tubuh orang tua itu digunting, tampak tetap dalam posisi bersemedi sewaktu wafatnya, seluruh kulit tubuh tampak utuh, karena berjalan kaki telanjang sepanjang tahun, maka kapalan di kakinya terlihat jelas, kasar dan halusnya lengan kiri merata, tungkai lengan kanan terlihat menonjol, katanya akibat dipergunakan untuk bekerja sepanjang tahun.

(Nataly Teplitsky/Epoch Times San Francisco)

Senin, 29 November 2010

BHIKSU MEMBAKAR DIRI TIDAK MERASAKAN PANASNYA API



Pada tanggal 11 juni 1963, seorang biksu Buddha yang bernama Thich Quang Duc, membakar dirinya sendiri di sebuah persimpangan padat pusat kota Saigon, Vietnam. Saksi-saksi yang ada pada peristiwa itu menuturkan, bahwa biksu Thich Quang Duc bersama beberapa biksu lainnya sampai ke lokasi dengan mengendarai sebuah mobil. Keluar dari mobil tersebut dan langsung mengambil posisi lotus tradisional di tengah jalanan yang ramai tersebut dan rekan-rekan sesama biksu membantu dia menyiramkan bensin ke sekujur tubuhnya sendiri.


Dia menyalakan api dengan korek api dan langsung membakar seluruh tubuhnya dalam beberapa menit. Dari awal api membakar tubuh Thich Quang Duc, sampai detik-detik terakhir, dia meninggal dengan tubuh yang hangus terbakar, dia sama sekali tidak bergerak. Dan tak ada suara apapun yang keluar dari mulut biksu tersebut, ketenangan yang diperlihatkan biksu Thich Quang Duc, sangat bertolak belakang dengan kegaduhan dan ratapan orang-orang yang melihat langsung disekitarnya.

Kejadian ini diabadikan oleh David Halberstam, seorang reporter New York Times kebetulan berada di dekat lokasi kejadian. David berada di Vietnam untuk meliput perang di negara tersebut, dan foto dbawah ini menjadi salah satu dari world famous pictures.

Tetapi sesungguhnya, biksu Thich Quang Duc melakukan hal yang dikenal dengan istilah The Self-Immolation (pengorbanan diri sendiri). Ritual ini adalah untuk menunjukkan sikap protes menuntut kesamaan hak bagi para penganut ajaran Buddha.

Sebelumnya para biksu di Vietnam sering melakukan protes atas tindakan kaum-kaum mayoritas yang menghambat mereka dan juga segala usaha pembantaian yang dilakukan pihak-pihak tertentu terhadap para penganut ajaran Buddha.

Mereka juga menuntut keadilan ditegakkan atas pihak-pihak yang bertanggung jawab melakukan kejahatan kemanusiaan. Namun semua bentuk protes para biksu ini tidak memperoleh tanggapan dari rezim Deim, sehingga puncaknya, biksu Thich Quang Duc melakukan aksi pengorbanan dirinya sendiri.


Saat melakukan aksi ini dia sama sekali tidak menunjukkan rasa sakit atau bergerak sedikitpun. Setelah api padam tubuhnya dikremasi lagi dan anehnya jantungnya tetap utuh setelah dikremasi.




jantungnya..



Sebuah potret dari meditasi yang sempurna, setidaknya terhadap penguasaan atas rasa sakit pada tubuh.



Videonya :





Minggu, 28 November 2010

Yogi Hidup Tanpa Makan dan Minum Kembali Diteliti

Yogi Hidup Tanpa Makan dan Minum Kembali Diteliti


Oleh: Stephanie Lam Jumat, 26 November 2010








Prahlad Jani saat duduk di tempat tidur rumah sakit Sterling di Ahmedabad, 22 November 2003. Pengujian ilmiah menunjukkan bahwa yoga telah mengubah tubuhnya. (STR/AFP/Getty Images)



























Seorang yogi (penganut Yoga) 82 tahun, Prahlad Jani, yang mengaku tidak makan dan minum selama 70 tahun sedang diuji kedua kalinya oleh sejumlah ilmuwan. Ilmuwan menemukan bahwa unsur biologi tubuhnya memang sangat luar biasa.

Jani mengatakan, dia meninggalkan rumahnya ketka masih berusia 7 tahun dan hidup sebagai biarawan pengembara, yang diberkati para dewa setahun kemudian.

Dia mengatakan terdapat lubang pada langit-langit mulutnya. Dari lubang itu keluar tetesan nektar yang memberikan dia nutrisi untuk bertahan hidup, tanpa harus mengkonsumsi makanan maupun air.

"Jika pernyataan ini benar, akan menjadi terobosan baru dalam ilmu kedokteran," ujar Dr. G. Ilavazhagan dari India's Defense Institute of Physiology and Allied Sciences dalam sebuah konferensi pers.

"Hal ini memungkinkan membantu dalam pengaturan strategi untuk mempertahankan hidup tanpa makan dan minum, jika tidak tersedia. Misalnya dalam bencana alam, orang-orang akan menghadapi situasi seperti ini. Demikian pula, tentara kita juga dapat menghadapi situasi ini ketika mereka terdampar di gurun, di hutan belantara maupun di wilayah-wilayah ketinggian," sambungnya.

Pada 2003, Jani telah diteliti selama 10 hari di rumah sakit Sterling di Ahmedabad, India. Dia tidak mandi dan hanya diberikan 100 mililiter air setiap hari sebagai obat kumur, yang penggunaannya dikumpulkan dan diukur untuk memastikan bahwa dia tidak minum air tersebut.

Dokter tidak menemukan penurunan kesehatan, meskipun berat badannya sedikit berkurang. Ditemukan bahwa urine terbentuk di kantung kemih, namun diserap kembali.

Pada 22 April, Jani telah kembali ke Rumah Sakit Sterling, untuk diteliti lebih lanjut oleh 35 ilmuwan India. Dua video memonitor segala gerak-geriknya di kamar, sementara sebagian lagi mengawasi saat dia keluar dari ruangan tersebut.

Uji coba ini memakan waktu antara 15-20 hari dan melibatkan Magnetik Resonance Imaging (MRI) scan, tes darah, serta aktivitas otak dan jantung.

Pada 28 April para dokter belum menemukan efek negatif dalam tubuhnya akibat kurang makan maupun dehidrasi. Ditemukan bahwa berlatih yoga telah menyebabkan tubuh Jani mengalami perubahan biologi dan otaknya berada dalam keadaan setara dengan seorang yang berusia 25 tahun.

Dr. Sudhir Shah, seorang neurophysician yang telibat dalam riset ini menyebutkan hal ini sebagai suatu 'keajaiban ilmu pengetahuan'.

"Seseorang dapat hidup tanpa makan dan minum selama tiga, empat hingga dua belas hari. Dan kami telah mempelajari orang yang berpuasa antara 16 hingga 30 hari di masa lalu, mereka harus mengkonsumsi air setelah hari ke delapan. Tentu saja mereka buang air kecil-namun ini juga termasuk fenomena unik," ujarnya.

Tanpa air, kebanyakan orang tidak dapat bertahan lebih dari empat hari, bahkan dengan air sekalipun, kebanyakan orang tidak dapat bertahan hidup tanpa makanan hingga 50 hari. Aksi mogok makan terlama diketahui telah dilakukan oleh Terence MacSwiney, wali kota Cork, Irlandia, selama perang kemerdekaan Irlandia. Dia melakukan mogok makan saat ditahan oleh Inggris dan meninggal setelah 74 hari. (EpochTimes/sua)


Sumber :

http://erabaru.net/top-news/40-news5/20295-bertahan-hidup-tanpa-makan-dan-minum-